Jumat, 18 Desember 2009

إن الصبر جميل





Lalu terbentur di titik itu
HIngga "mengapa"tergantikan "ternyata"
Jadilah ia lembaran-lembaran kisah
Ruang belajar dari kesalahan

Duhai Rabbku,
Yang hatiku berada diantara dua jemari-Mu
Sungguh terpaksa kesabaran ini
Semoga masa membuatku terbiasa



Hingga Engkau mudahkan ia menjadi tabiat
Agar menempatkanku dalam halaqah mereka
Yang dalam setiap detik hidupnya
Indah dalam kebersamaan-Mu

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" (Al-Anfal : 46)

Created by Langit Senja from Facebook

Senja Saat Kusendiri



Menjejak senja dalam kesendirian
Terangkum di keheningan
Tepiskan bayang yang meringkuk di sudut hati



Bola raksasa itu tak lagi garang
Semburat merah lembutkan perih
Sisakan aroma syahdu menggantung di udara
Adalah senja setiap kali datang
Berikan pesona yang terpahat kuat
Halaukan resah dengan sebait puisi manis
Selalu saja ada senyum
Ketika mentari mulai meredup
Benarlah,keindahan miliknya takkan terelakkan
Meski hati di penuhi huru hara

Created by Langit Senja from Facebook

Menunggu Senja


Setiap kita pasti pernah melintasi dermaga kala fajar maupun senja.
Seperti juga lelaki dengan hati yang tinggal separuh.
Lelaki itu akhirnya pergi meninggalkan dermaga saat senja.
Ia memutuskan untuk pergi, bukan karena ia tidak menyukai senja yang nampak lucu dengan goresan-goresan oranye keemasan.
Tetapi ia tahu bahwa akan ada malam yang akan membungkus senja dengan hitam dalam satu sapuan manis.
Dan lelaki itu tak lagi ingin terperangkap oleh gelap untuk ke sekian kalinya, sendirian.

Lelaki itu melangkah pergi kemudian berlari ketika birunya langit sedang dirobek.
Ketika goresan-goresan oranye sedang dicabik oleh kelamnya malam.
Ia berlari berlindung dari hitamnya malam.
Dari kelam yang dapat menjatuhkannya ke dalam lubang hitam.
Dari hitam yang pasti menikam jiwanya pelan-pelan.


Kepergian lelaki itu bukanlah secara tiba-tiba.
Bahkan ia telah menunggu senja ini sejak lama.
Dan ketika senja yang ditunggunya itu akhirnya datang, ia pun tersenyum bahagia.
Ia pikir, senja yang dilihatnya kali ini akan bertahan selamanya.
Tetapi senja yang dilihatnya bukanlah senja yang selalu setia dengan gurat-gurat jingga keemasan.
Ternyata senja ini juga menurunkan gelap. Menurunkan hitam. Menurunkan kelam.

Tidak aneh ketika lelaki itu memutuskan untuk meninggalkan senja.
Ia tahu sang hitam akan menyelimutinya dalam kepedihan yang berkepanjangan.
Sekali ia terjatuh dalam lubang hitam, sulit baginya untuk memanjat keluar.
Karena itu ia terus berlari, membiarkan rintikan hujan meluluhkan semua asa yang terpancar dari bola matanya.

Bagaimanapun, lelaki itu tidak pernah menyesal telah menyapa senja.
Ia pernah menyaksikan guratan senyuman senja yang keemasan dari atas dermaga.
Tentu, lelaki itu masih percaya bahwa akan ada senja yang mampu tinggal selamanya.
Tetapi untuk sementara waktu, lelaki itu tak ingin memandangi senja.
Terlalu menyakitkan baginya menanti senja yang menyembunyikan tikaman malam.

Jadi, lelaki itu mengumpulkan semua sisa-sisa senja yang ada dan menenggelamkannya ke dalam lautan.
Biarlah senja itu menguap bersama lautan, kemudian turun lagi bersama hujan.
Tetapi, suatu hari lelaki itu pasti akan kembali untuk melihat senja.
Dan ketika lelaki itu tengah memandangi senja, detik seakan-akan berhenti, dan senja akan bertahan selamanya.


Created by Langit Senja from Facebook

Selasa, 15 Desember 2009

Mesti Gimana

"kok sedih?,gak biasanya kamu seperti ini dik?"

"eh.." ia tersadar " ia kah k'?"

" biasanya lw ketemu kamu tuh,, selalu tersenyum"

" ah perasaan kk aja tuh?" ia mulai mengalihkan pembicaraan.
tak banyak yang tau kesedihannya, ia selalu terlihat bahagia. Terkadang terlihat sedikit sibuk,mengerutkan dahi tanda ia sedang berfikir keras. matanya melirik sana sini sambil berjalan melihat orang2 mungkin ada yang melihatnya dan ia akan langsung menyungingkan senyum walaupun ia tidak mengenal orang tersebut.


tapi tak banyak yang tau keadaan sebenarnya,bahkan aku pun tak tau. orang hanya bisa mencibirnya ketika ia melakukan sedikit kesalahan. orang orang hanya mengatakan kamu Salah. tanpa bertanya mengapa? tanpa tau bagaimana keadaannya.

Dunia seakan menuntutmu untuk berlaku sempurna. tanpa perduli bagaimana keadaanmu. Ku tau keinginanmu untuk selalu membahagiakan orang lain,, walaupun ku tau, jauh di hatimu engkau sungguh tersiksa. engkau selalu mengatakan " gpp, karna dia temanku". ya, tapi apakah harus dengan mengorbankan hati mu kawan? tidak.engkau pantas bahagia. bahagia dalam arti yang sebenarnya.

sungguh ku ingin mengurangi kesedihanmu kawan. bagilah kisahmu kepadaku walaupun sedikit. jika itu mampu membuatmu tersenyum.

kupersembahkan tulisan ini untuk mereka yang senasip denganmu,,

Jumat, 04 Desember 2009

P E R I H

Wajah itu terlihat selalu ceria,,canda selalu menghiasi harinya.
namun pagi ini tak kulihat keceriaan itu. kemana hilangnya senyuman itu,
tiada sapaan yang biasa ku dengar saat kita berpapasan..

saat kusendiri engkau menghampiriku,, dengan lemah engkau menyapaku.
ada apa gerangan? apa yang telah merubahmu? engkaku sungguh berbeda..
tak kuasa ku menahan segala tanya. Seperti disambar petir ku dengar,,seseorang telah menyakitimu dengan kejamnya..bahkan yang melakukan itu orang yang seharusnya melindungimu.. ya Alloh,,Perih hatiku mendengar dan melihatnya. Namun kuhanya bisa terdiam tanpa dapat melakukan apapun,,maafkan aku.

Tak kukira engkau menyimpan kepedihan yang begitu dalam,
Kembalilah tersenyum kawan, Hiasi dunia ini dengan keceriaanmu.Tunjukkan kamu mampu berdiri sendiri tanpanya,, walaupun kau tak mungkin terlepas darinya.. :)