Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

“In Memoriam” Nur Annisa

Saya ingin bercerita mengenai adik saya. Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya memasuki 17 tahun, perkembangan tingkah lakunya benar-benar merisaukan ibu.
Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang kerumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang lagi pula ibu merupaka guru Al-Quran.
Demi mengelakkan pergaulan yang terlalu  bebas, ibu telah meminta adik memakai jilbab. Permintaan ibu ditolak sehingga seringkali berlaku pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.

Senin, 15 Februari 2010

M A H A L

Apa yang terjadi ketika anda di khianati oleh teman anda? saudara anda ? dan orang orang terdekat anda?... sedih, kecewa, atau bahkan marah...

ya,, mungkin saya tengah merasakan tiga hal itu.. ingin rasanya berteriak. mengutuk perbuatan2 mereka. tapi diri ini pun sadar perlakuan mereka tak lepas dari akibat perbuatan sendiri..

entah apa yang telah aku lakukan, yang ku tau ia, ia, ia, tengah berdusta kepadaku.

mungkin bagi mereka aku tak berperasaan, sehingga takkan berdampak apa apa dengan hatiku ketika aku di khianati,,

Mungkin juga bagimu diriku terlalu sensitif. ya bisa jadi benar,, tapi apalah daya,, ketika perlakuan itu terjadi berulang ulang dan aku hanya bisa diam.. diam.. dan diam.

bukan ku tak mampu membalasnya, tapi ku tak ingin engkau merasakan seperti apa yang kurasakan ketika perlakuan itu berbalik kepadamu..

Ku mencoba menghibur diri, mencari teman yang mau mendengarkanku,, dengan balutan canda yang menghina,, tapi ku tau itu hanya agar aku dapat tertawa,, kubiarkan mereka memperolokku,, agarku tau apa kekuranganku,,

Terkadang ku malah mendapatkan semangat dari orang2 yang jauh disana,, yang tak pernah tau bagaimana rupanya,,
Terima kasih untuk mereka yang selalu memberikan semangat kepadaku.

dan akhirnya satu yang kuketahui sungguh, kejujuran itu sangat mahal harganya.

Selasa, 15 Desember 2009

Mesti Gimana

"kok sedih?,gak biasanya kamu seperti ini dik?"

"eh.." ia tersadar " ia kah k'?"

" biasanya lw ketemu kamu tuh,, selalu tersenyum"

" ah perasaan kk aja tuh?" ia mulai mengalihkan pembicaraan.
tak banyak yang tau kesedihannya, ia selalu terlihat bahagia. Terkadang terlihat sedikit sibuk,mengerutkan dahi tanda ia sedang berfikir keras. matanya melirik sana sini sambil berjalan melihat orang2 mungkin ada yang melihatnya dan ia akan langsung menyungingkan senyum walaupun ia tidak mengenal orang tersebut.


tapi tak banyak yang tau keadaan sebenarnya,bahkan aku pun tak tau. orang hanya bisa mencibirnya ketika ia melakukan sedikit kesalahan. orang orang hanya mengatakan kamu Salah. tanpa bertanya mengapa? tanpa tau bagaimana keadaannya.

Dunia seakan menuntutmu untuk berlaku sempurna. tanpa perduli bagaimana keadaanmu. Ku tau keinginanmu untuk selalu membahagiakan orang lain,, walaupun ku tau, jauh di hatimu engkau sungguh tersiksa. engkau selalu mengatakan " gpp, karna dia temanku". ya, tapi apakah harus dengan mengorbankan hati mu kawan? tidak.engkau pantas bahagia. bahagia dalam arti yang sebenarnya.

sungguh ku ingin mengurangi kesedihanmu kawan. bagilah kisahmu kepadaku walaupun sedikit. jika itu mampu membuatmu tersenyum.

kupersembahkan tulisan ini untuk mereka yang senasip denganmu,,

Jumat, 04 Desember 2009

P E R I H

Wajah itu terlihat selalu ceria,,canda selalu menghiasi harinya.
namun pagi ini tak kulihat keceriaan itu. kemana hilangnya senyuman itu,
tiada sapaan yang biasa ku dengar saat kita berpapasan..

saat kusendiri engkau menghampiriku,, dengan lemah engkau menyapaku.
ada apa gerangan? apa yang telah merubahmu? engkaku sungguh berbeda..
tak kuasa ku menahan segala tanya. Seperti disambar petir ku dengar,,seseorang telah menyakitimu dengan kejamnya..bahkan yang melakukan itu orang yang seharusnya melindungimu.. ya Alloh,,Perih hatiku mendengar dan melihatnya. Namun kuhanya bisa terdiam tanpa dapat melakukan apapun,,maafkan aku.

Tak kukira engkau menyimpan kepedihan yang begitu dalam,
Kembalilah tersenyum kawan, Hiasi dunia ini dengan keceriaanmu.Tunjukkan kamu mampu berdiri sendiri tanpanya,, walaupun kau tak mungkin terlepas darinya.. :)