Sabtu, 24 April 2010

Selalu ada yang baru

9.30 pagi waktu tarakan
bell masuk yang bunyinya seperti acara acara lomaba cerdas cermat berbunyi
istirahat slese sekarang waktunya aku masuk di kelas V A ,, ku perhatikan anak anak baris didepan kelas dari kejauhan,, tak ada yang berbeda dari sikap mereka(tetep barisnya awut-awutan hahhaaa)




ku raih tas diatas meja dan melangkah menuju kelas,
buka pintu masuk satu langkah,, "Selamat ulang tahun kami ucapkan.. selamat...dst" aku sudah tak tau apa yg mereka nyanyikan, aku hanya bisa menutup mulut dan meneteskan air mata(malu sih di depan anak2 nangis) terlihat setumpuk hadiah dan dua buah kue mungil berhias angka 19 diatasnya


yampunnnn kejutan yang sangat luar biasa bagiku..
diantara tumpukan hadiah tersebut ada sebuah surat berisi ucapan,,
kalimat pertama lancar,kalimat berikutnya bergetar,, selanjutnya suaraku mulai tak terdengar,,, kini aku benar benar tertunduk menangis didepan kelas,,, kelas hening beberapa saat,,kuangkat wajahku dan kubuka kedua tanganku,, "Peluk ibu !!"
seketika juga aku mendapat serbuan dari sekitar 30 siswa siswi,,

24 April 2010, kelas VA

jadi kangen ma 24 april 2007 yang pada sok sok lupa ma ultahku +
23 april 2005 yg 24 aprilnya try out SMP dan kalian mengacuhkanku selama seminggu,,
(UBAN FC, KANGENNNNNNN :'( )






Kamis, 22 April 2010

Angkuh

Pertigaan Karang Rejo samping Puskesmas. Rute wajib bagi ku.
saksi bisu ketika aku terlambat ke kampus..

ditempat itu kita bisa menyaksikan siapa - siapa yg peduli dengan sesama atau tidak.
saat matahari tengah tinggi, dan panasnya begitu menyengat aku terhenti ditengah pertigaan tersebut, menunggu adanya jarak antar kendaraan yang satu dengan yg lainnya agar aku dan beberapa motor dibelakangku dapat lewat menyeberang.. lebih dari 30 detik waktu yg cukup lama bagi kami pengendara sepeda motor untuk menunggu dibawah sengatan matahari.. dan kuperhatikan,,mreka yang sedari tadi lewat ini adalah mobil mobil mewah dan sedikit motor..


"hufh.. dasar orang kaya ga beperasaan,, ga liat apa kami udah kepanasan nunggu bukannya pelan malah makin laju "

entah knapa aku memiliki dendam pribadi dengan mereka mereka yang mengendarai mobil,siapapun mereka,, mungkin aku terlalu jahat dalam menilai,, aku tau tak semua dari mereka tak berperasaan. Tapi dimataku kalian telah jelek,entah sampai kapan pikiranku tentang kalian akan berubah..

Heyyy kalian yang menggunakan kendaraan beroda 4, susah kah bagi kalian untuk memelankan laju kendaraan kalian,, beratkah bagi kalian untuk berhenti sejenak,, apakah sulit bagi kalian meluangkan beberapa detik waktu kalian, memberikan kami kesempatan untuk lewat,, tak terpikirkan kah bagi kalian bahwa kami tengah tersengat panas matahari yang terik ini,,

suatu waktu ditempat yg sama dengan keadaan yg sama,, saat kendaraan juga hampir tak ada hentinya,sebuah angkot kemudian memelankan lajunya ia mempersilakan kami tuk lewat,, subhanallah baik sekali bapak ini,semoga rejekinya lancar..

dilain waktu ketika posisinya berbalik aku yang berada dijalan lurus dan telah banyak orang orang yang bermotor menunggu untuk menyeberang.. aku yang pernah(bahkan sering)berada diposisi itu kemudian memelankan laju motor yg kukendarai,, hmmm lumayan juga panasnya nih,, ah tapi mereka yg lebih lama dari aku menunggu baik2 saja kok,dlm hatiku berkata. kulihat mereka menjalankan kendaraannya,senang melihatnya.. TAPI.setengah perjalanan kendaraan yg paling depan stop kemudian yg dibelakangpun terlihat ragu2 untuk jalan.. teeett,, teetttt.. Astaghfirullah ternyata mabil mobil mewah harga ratusan juta dibelakangku tak mau berhenti bahkan tambah laju,, pengen rasanya kulempar sepatu,, manusia tak berperasaan

Jika ingin mengetahui keegoisan seseorang lihatlah ketika ia berkendaraan dan berada dipersimpangan jalan,, disitulah akan terlihat siapa yang egois dan siapa yang tidak

hehhehee ini hanyaa pengamatanku slama ini,, tapi ku tak sepenuhnya menyalahkan mereka(yg mengendarai mobil2 tersebut),mungkin saat itu mereka dalam keadaan darurat,entah ada keluarga mereka yang sakit atau hal lain yg lebih penting..
(teringat saat ayah ketabrak dilampu merah oleh sebuah mobil yang melanggar lampu lalu lintas,, dan mobil itu ternyata mengejar keluarganya yang akan melahirkan.mw gimana lagi. mw marah, toh ayah juga udah cedera, cedera ayah juga ga bakalan sembuh dengan marah. lagian dia juga dalam keadaan darurat)

Tarakan,didalam kamar 22 April 2010
ups,, ga trasa 2 hari lagi mengenang 19 tahun yang lalu perjuangan ibuku untuk melahirkanku dan merawatku hingga aku sampai sebesar ini, dan mampu menulis tulisan ini.. namun yang utama semua ini karena ALLOH SWT

Minggu, 18 April 2010

KOSONG

apa yang ingin ku tulis saat ini?
terlalu banyak yang kufikirkan,,




Kamis, 15 April 2010

Tak Kusangka

" Permisi mba',, boleh sya duduk disebelahnya ?"
oh ternyata dia temanku,, "apaan sih pake mba' tuaan kamu kali, silahkan.. duduk aja" akupun memjawab

kamipun mendengarkan materi kuliah dengan seksama,, walaupun sesekali kami bercanda mengingat kejadian2semasa masih SMA dulu...

lama kelamaan dia berkata,, makasih ya
??? maksudnya? akupun bingung,,

kan kamu fit yg ngundang aku di grup "..." yg di FB

agh? yg mana ya? masa' sih? aku kebingungan sendiri dibuatnya


iapun menjelaskan yg mana,,


mendengar critanya aku hanya bisa tertawa,, tersenyum mendengar kisah2nya..

ya Alloh,, sungguh indah teguranmu untukku,, ketika aku dilanda keterpurukan
engkau ingatkan aku dengan apa yg pernah kulakukan untuk orang lain,, sesuatu yg semula kuanggap sepele. Namun menjadi sesuatu yg luar biasa bagi orang lain,,
sesuatu yg terlupakan bahkan takkusadari,, menjadi sangat berarti baginya..

mengertilah aku kini, mengapa sikapnya terhadapku berbeda,,
mengapa didepanku ia begitu menjaga sikapnya

selamat untukmu kawanku,, yang mulai menemukan dirimu sebenarnya
dan trimakasih untukmu yg telah memberikanku sebuah pelajaran yg sangat berharga..
trimakasih telah menjadikanku teman yg berguna untukmu

sungguh,aku tak pernah menyangka hingga sehebat itu...

Tarakan, 16 April 2010
diruang 2X3 berwarna biru :)

Selasa, 02 Maret 2010

Beginikah?

ketika ku mulai bangkit dan dapat menatap dengan tegak
ku menyaksikan kembali apa yang pernah terjadi ketika itu,,, mungkin tak disadari
tapi aku sadar

kekhawatiran itu kembali muncul,,
dalam diam kuhanya bisa berdoa
semoga semuanya tak seperti apa yg ku bayangkan,,,
tak seburuk apa yang kufikirkan

inilah ujian bagiku
seberapa kuat aku ,melewatinya

namun kembali ku berfikir,,
apakah ini juga difikirkannya
yah,,, tersenyumlah fit...
toh kalau emang ia,ia peduli
ia ga akan melakukannya ..

:)